You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Kebakaran di Penggilingan Diduga Akibat Kebocoran Tabung Gas
photo Tiyo Surya Sakti - Beritajakarta.id

60 Personel Gulkarmat Jaktim Berhasil Padamkan Kebakaran Toko di Jalan Amalia

Sebanyak 60 personel Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat)Jakarta Timur berhasil memadamkan kebakaran toko yang dijadikan agen gas elpiji di Jalan Amalia, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung.

Kondisi toko sudah tutup

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat)Jakarta Timur, Abdul Wahid mengatakan, kebakaran toko yang diketahui milik Budi (45) terjadi Minggu (4/8) malam, sekitar pukul 21.28 WIB.

"Kebakaran terjadi saat kondisi toko sudah tutup. Warga sekitar berupaya memadamkan kobaran api, namun tidak berhasil, ujarnya, Senin (5/8).

17 Unit Pemadam Atasi Kebakaran SDN Pondok Bambu 01

Wahid menjelaskan, usai menerima laporan terjadinya kebakaran, langsung   dikerahkan 12 unit mobil pemadam dengan jumlah 60 personel Gulkarmat ke lokasi.

"Sekitar pukul 22.28 atau satu jam setelah kejadian, api berhasil dipadamkan petugas," terangnya.

Menurutnya, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa kebakaran yang diduga dipicu adanya kebocoran tabung gas.

"Guna penyelidikan lebih lanjut, lokasi kejadian sudah dipasangi garis polisi. Kasus kebakaran ditangani aparat Kepolisian Sektor Cakung," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5068 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1814 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1757 personNurito
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1554 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1528 personAnita Karyati